KAMMI : Evaluasi dan Batalkan Relokoasi Warga Gaza Ke Indonesia

  • Aug 18, 2025
Blog Images

SIARAN PERS

Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI)

Senin, 18 Agustus 2025

Jakarta - Seperti yang diketahui sudah ratusan hari semenjak perang antara pejuang palestina dan penjajah Israel pecah sudah banyak korban jiwa baik dewasa ataupun anak anak.
Korban tewas akibat perang di Gaza meningkat mencapai 61.827 jiwa. Sementara kelaparan ekstrem terjadi, dalam 24 jam tercatat 17 orang tewas karena kelaparan.
Kematian warga Gaza meningkat diperparah akibat kelaparan ekstrem usai Israel memblokade bantuan yang masuk ke Gaza.Disisi lain, Israel terus melakukan serangan dan menghancurkan pengungsian warga. israel yang semakin gencar untuk berperang melawan pejuang gaza selalu melakukan cara cara yang tidak masuk akal, langgar serta melawan hukum kemanusiaan dan internasional.

Wacana yang muncul akhir akhir ini dan sedang hangat adalah relokasi besar besaran warga gaza ke beberapa negara salah satunya Indonesia / Pulau Galang. Rencana pemerintah melakukan relokasi / penampungan ribuan warga gaza ke Indonesia menjadi sorotan tajam beberapa pakar, wacana ini banyak dikritik karena menimbulkan pro & kontrak di masyarakat.

Tokoh - tokoh nasional dan para pengamat memberikan kritik terhadap rencana ini, salah satunya Tokoh nasional PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengecam rencana Israel memindahkan paksa atau relokasi warga Gaza utara ke wilayah selatan. Ia menilai langkah itu merupakan bagian dari strategi Israel untuk mencaplok Gaza secara bertahap.

Pengamat Timur tengah, Faisal Assegaf, juga meminta pemerintah jujur demi menghindari potensi tudingan bahwa Palestina hanya dijadikan barter politik luar negeri Indonesia. Resistensi nanti bisa muncul. Pemerintah harus jujur," ujar Faisal.  Selain Indonesia, ada pula Ethiopia dan Libia yang disebut sepakat menerima warga Gaza.

Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi Khalifatullah menegaskan, "Kami meminta pemerintah membatalkan rencana relokasi dan evakuasi warga Gaza ke Pulau Galang, Indonesia. Kami juga mendorong pemerintah untuk melakukan gerakan yang lebih konkret, bila perlu gerakan perlawanan non-diplomasi berupa pengiriman pasukan ke Timur Tengah bersama negara-negara lain," ujarnya.

"Pemerintah harus mempertimbangkan dengan baik dan matang rencana relokasi warga Gaza ke Indonesia. Pemerintah juga harus segera membuat keputusan terbaik dengan mengajak negara-negara lain mengambil andil dalam penghentian genosida di Gaza, Palestina," tutup  Jodi Setiawan, Kabid Keummatan dan Wawasan Keislaman PP KAMMI.