SIARAN PERS
Senin, 10 November 2025
Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI)
Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) melakukan kunjungan silaturahmi dan audiensi dengan Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, di Kantor Kementerian HAM RI, Jakarta pada Senin (10/11).
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara gerakan mahasiswa dan pemerintah dalam membangun kesadaran serta penegakan nilai-nilai HAM di Indonesia.
Dalam audiensi tersebut, KAMMI menyampaikan beberapa komitmen dan pandangan strategis terkait agenda nasional di bidang hak asasi manusia.
KAMMI menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan pembentukan Pojok HAM di lembaga legislatif dan eksekutif pemerintahan. Program ini dinilai dapat menjadi ruang edukasi publik dan lembaga negara untuk memperkuat pemahaman, dialog, serta implementasi nilai-nilai HAM di setiap kebijakan publik.
KAMMI juga menyoroti RUU Masyarakat Adat dan menilai Rancangan Undang-Undang tersebut merupakan instrumen penting dalam memastikan pengakuan, perlindungan, dan pemberdayaan masyarakat adat yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. PP KAMMI berkomitmen untuk turut mengawal proses pembahasan hingga pengesahan RUU tersebut.
Dalam konteks pendidikan dan kaderisasi, KAMMI akan memperkuat implementasi P5HAM (Penguatan Profil Pelajar Pancasila berbasis HAM) di lingkungan kampus. Melalui pendidikan kritis dan dialog kebangsaan, KAMMI ingin memastikan mahasiswa memahami nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan tanggung jawab moral terhadap sesama.
PP KAMMI juga melaporkan dan akan mengawal dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Bengkulu. Dalam hal ini, KAMMI menegaskan perannya sebagai organisasi mahasiswa yang berpihak pada kebenaran, keadilan, dan perlindungan hak-hak warga negara.
Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi Khalifatullah, menyampaikan bahwa sinergi dengan Kementerian HAM menjadi langkah strategis dalam memperluas ruang partisipasi publik terhadap isu-isu kemanusiaan.
“KAMMI percaya, penguatan nilai-nilai HAM harus dimulai dari ruang-ruang akademik dan komunitas muda agar tumbuh kesadaran kolektif dalam menjaga martabat manusia dan menegakkan keadilan sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri HAM RI, Natalius Pigai, menyambut baik inisiatif KAMMI dan menilai gerakan mahasiswa memiliki peran penting sebagai agent of change dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah dinamika bangsa.
Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama antara KAMMI dan Kementerian HAM RI untuk membangun kolaborasi edukatif dan advokatif dalam isu-isu strategis hak asasi manusia, termasuk perlindungan masyarakat adat, kebebasan berpendapat, dan penguatan literasi HAM di kalangan muda.






