Gaet Bulog, Gerakan Pangan Murah KAMMI Diserbu Warga di 4 Kota

  • Mar 18, 2026
Blog Images

Jakarta — Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) bersama Perum Bulog dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia melaksanakan Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri.

Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa kota, yaitu Jakarta pada 28 Februari, Bandung pada 7 Maret, Sukabumi pada 14 Maret, dan Tasikmalaya pada 15 Maret 2026. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi di setiap lokasi kegiatan. Seluruh komoditas pangan yang disediakan habis terjual, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau menjelang hari raya.

Fenomena kenaikan harga pangan menjelang Ramadhan merupakan pola yang terjadi hampir setiap tahun. Data nasional menunjukkan komoditas seperti beras, cabai, bawang merah, dan daging ayam sering mengalami peningkatan harga karena lonjakan permintaan dan gangguan distribusi. Di tingkat global, tekanan harga pangan juga masih tinggi seiring volatilitas pasar komoditas dunia yang memengaruhi rantai pasok pangan.

Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP KAMMI, Aulia Furqon, menegaskan bahwa gerakan pangan murah ini merupakan bentuk intervensi sosial sekaligus kritik terhadap praktik distribusi pangan yang tidak adil menjelang hari raya.

“Setiap menjelang Ramadhan dan Idul Fitri kita sering melihat pola yang sama, harga pangan naik dan masyarakat menjadi pihak yang paling terdampak. Melalui gerakan ini kami ingin menunjukkan bahwa stabilisasi harga pangan harus menjadi prioritas bersama. Kami juga ingin menutup ruang bagi mafia pangan yang mencoba mengambil keuntungan berlebihan di momentum hari raya. Sudah selayaknya masyarakat mendapatkan harga pangan yang terbaik menjelang Idul Fitri,” ujar Furqon.

Furqon juga menyampaikan apresiasi kepada Andi Amran Sulaiman serta Perum Bulog yang telah membuka ruang kolaborasi dengan kalangan pemuda dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

“Kami mengapresiasi langkah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Perum Bulog yang melibatkan pemuda dalam gerakan stabilisasi pangan. Keterlibatan generasi muda penting karena isu pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal distribusi, keadilan ekonomi, dan keberlanjutan sistem pangan nasional,” tambah Furqon.

Direktur Pemasaran Perum Bulog, Febby Novita menyampaikan Perum Bulog berkolaborasi dengan KAMMI untuk menghadirkan pangan murah di masyarakat dan menjaga stabilisasi harga pangan
"Kolaborasi dengan PP KAMMI dioptimalkan untuk menghadirkan pangan yang terjangkau dan stabilisasi harga dalam momentum Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri" ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan Alda Aldila Riyadi menyampaikan bahwa gerakan ini dirancang untuk menjangkau masyarakat secara langsung melalui distribusi bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau.

“Antusiasme masyarakat di Jakarta, Bandung, Sukabumi, dan Tasikmalaya menunjukkan bahwa program seperti ini sangat dibutuhkan. Seluruh bahan pangan yang kami sediakan habis terjual dalam waktu singkat. Ini menandakan bahwa stabilitas harga pangan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat menjelang Idul Fitri,” ujar Alda.

Menurut Alda, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pangan negara, dan organisasi kepemudaan perlu terus diperkuat agar distribusi pangan lebih efisien dan tepat sasaran.

Melalui Gerakan Pangan Murah ini, LHK PP KAMMI berharap upaya stabilisasi harga pangan dapat terus diperluas sehingga masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan yang tersedia, terjangkau, dan adil, terutama pada periode Ramadhan hingga Idul Fitri.