Banten, 05 Desember 2025 — Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengadakan silaturahim dengan Hayrat Foundation sebagai upaya untuk memperkuat dan memastikan keberlanjutan sinergi dalam program-program pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan aksi kemanusiaan yang sudah dijalankan bersama.
Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi Khalifatullah, bersama Ahmad Randi dari Rumah Kami Peduli dan Zaini Lubis, Ketua PD KAMMI Tangerang Selatan.
Rombongan PP KAMMI diterima langsung oleh Presiden Hayrat Indonesia, Ustadz Celal AKAR, yang didampingi oleh Rakhmat Abril Kholis, Indonesia Coordinator Hayrat Humanitarian Aid Turkiye.
Dalam pertemuan tersebut, PP KAMMI menegaskan komitmen untuk terus mengawal agenda pendidikan dan pemberdayaan sebagai kontribusi strategis mahasiswa terhadap pembangunan bangsa. Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi Khalifatullah, menekankan bahwa dinamika global dan era transformasi digital menuntut organisasi kepemudaan untuk terus memperkuat kolaborasi yang sudah ada, dengan fokus pada dampak jangka panjang.
“KAMMI memiliki jaringan kader dan simpul komunitas yang luas di berbagai daerah. Kami ingin memastikan potensi ini dapat terhubung dan berkontribusi secara berkelanjutan dalam program-program pemberdayaan Hayrat Foundation, terutama dalam pendidikan karakter, literasi Al-Qur’an, dan peningkatan kapasitas generasi muda,” jelas Jundi.
Presiden Hayrat Indonesia, Ustadz Celal AKAR, menyambut baik upaya silaturahim ini dan menegaskan bahwa Hayrat Foundation selalu terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen strategis guna memperluas dampak program sosial dan pendidikan yang telah dijalankan.
“Semangat kepemudaan KAMMI adalah energi yang sangat penting bagi pembangunan sumber daya manusia. Kami berharap kolaborasi ini akan memperkaya berbagai program yang menyentuh masyarakat, mulai dari pendidikan Al-Qur’an, beasiswa, hingga pemberdayaan ekonomi lokal,” ungkap Celal Akar.
Dalam silaturahim tersebut, kedua lembaga membahas beberapa langkah untuk memperkuat sinergi yang sudah ada, antara lain: Pengembangan program pembinaan Al-Qur’an, pelatihan guru Qur’an, dan penyediaan modul pembelajaran di berbagai wilayah. Selain itu, juga dibahas sinergi program kewirausahaan pemuda, pelatihan keterampilan produktif, serta pemberdayaan ekonomi mikro untuk mahasiswa dan komunitas lokal. Terakhir, kedua pihak juga merencanakan kolaborasi dalam respons bencana, penyaluran bantuan sosial, serta program solidaritas internasional, khususnya untuk isu-isu kemanusiaan dunia Islam.
Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua belah pihak sepakat bahwa kolaborasi ini akan menjadi langkah penting dalam memperkuat kontribusi pemuda muslim di bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.






