MEDAN - Ketua KAMMI Medan Putra Sagala mengecam tindakan brutal dari oknum kepolisian polres Pelabuhan Belawan dan meminta Kapolda Sumut agar mencopot Kapolres Pelabuhan Belawan.

 

Hal ini berawal dari kasus Iwan alias Nasib (49), warga Jalan KL Yos Sudarso, Gang Mafo, Lingkungan XIV, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan yang tewas ditembak mati oleh tiga oknum kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan. Tewas berlumuran darah tertembak peluru timah panas.

 

Putra Sagala selaku Ketua KAMMI Medan mengatakan bahwa ini adalah tindakan brutal dari personil Polres Pelabuhan Belawan.

 

"Kalau memang terbukti bersalah ya harus ditindak tegas. Kalau memang ada penangkapan atau pencegahan ya seharusnya dilakukan sesuai SOP yang berlaku saja tidak perlu sebrutal itu perlakuannya, misal ditembak di bagian kaki saja sudah cukup untuk melumpuhkan target bukan malah ditembak di leher yang mengakibatkan kematian. Leher itu kan salah satu organ viral. Wajar kalau ditembak langsung mati", ucap Putra selaku Ketua KAMMI Medan.

 

Selain itu Putra juga meminta agar Kapolda Sumut segera mengevaluasi bahkan mencopot Kapolres Pelabuhan Belawan karena tidak becus dalam membina anggota di bawahnya.

 

"Saya turut prihatin dan menyampaikan duka mendalam terhadap korban penembakan tersebut. Saya meminta agar Kapolda Sumut Bapak Irjen Pol. Drs. RZ. Panca Putra Simanjuntak, M.Si menindak tegas tiga oknum kepolisian tersebut dan mengevaluasi bahkan kalau bisa mencopot Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Faisal Rahmat karena tidak becus dalam membina anggota di bawahnya. Hal ini juga tentu merusak nama baik dan citra Kepolisian Republik Indonesia", tambah Putra.

 

Terakhir, Putra Sagala selaku aktivis sekaligus Ketua Umum KAMMI Medan itu mempertegas bahwa ini sudah jelas pelanggaran HAM karena termasuk merenggut nyawa seseorang yang seharusnya tidak diperlakukan seperti itu dan itu sudah jelas melanggar UUD 1945 Pasal 28 A yang berbunyi : "Setiap orang berhak untuk hidup dan berkah mempertahankan hidup dan kehidupannya". Juga meminta kepada seluruh penegak hukum agar serius menangani kasus ini agar tidak terulang kembali dan menjadi kebiasaan di tubuh Kepolisian dalam menjalankan tugasnya.


Bagikan :