Jakarta - Momen mengenang politisi senior PDI Perjuangan, Sabam Sirait digelar Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) selasa malam (18/10).

 

Acara bertajuk "In Memoriam: Sabam Sirait di Mata Pemuda" digelar bersama sejumlah tokoh gerakan pemuda lainnya. 

 

Zaky Ahmad Rivai, saat ditemui mengatakan, "Sabam Sirait bukan politisi yang neko-neko. Dia akan membela siapapun yang tertindas."

 

"Masih segar dalam ingatan kita semua Sabam Sirait bukan politisi yang neko-neko. Dia akan membela siapapun yang tertindas. ketika Pak Sabam meneriakkan "Allah Maha Besar" saat berorasi tentang kemerdekaan Palestina tahun 2012, didampingi Dr. M. Hidayat Nur Wahid yang berada di sampingnya. Pada tahun 2018 pun sebelum dilantik sebagai anggota DPD RI, Pak Sabam juga menyempatkan diri melakukan 'aksi bela Palestina' dengan berfoto menggunakan syal Palestina. Terlihat juga putranya, Bang Maruarar Sirait, ikut berfoto saat itu." Tambah zaky

 

Lebih lanjut Zaky mengutarakan, "Pak Sabam adalah legenda politik. Kata "interupsi" yang sebelumnya tak pernah terdengar di parlemen, digaungkannya. Itu adalah keberanian yang luar biasa, karena itu adalah masa Orde Baru. Ketika banyak orang yang mengatakan bahwa saat itu demokrasi Indonesia berada di fase kelam. Bahkan kita teringat pada lagu yang diciptakan Iwan Fals "wakil rakyat bukan paduan suara, hanya tahu nyanyian lagu setuju", sebagai kritik tajam atas wakil rakyat yang hanya membela kepentingan mereka sendiri, alih-alih membela kepentingan rakyat."

 

"Berpolitik bersama 7 presiden dan berkiprah dalam kancah poltik untuk membela yang lemah, maka sangat pantas jika Sabam Sirait kita nobatkan sebagai pahlawan nasional." Tandas zaky


Bagikan :