Ekonom KAMMI Sebut Greenflation Harus Dimitigasi dengan Policy Transisi Energi yang Matang

  • Jan 24, 2024
Blog Images

Jakarta, Selasa (23/01/24) Debat Cawapres Keempat yang diselenggarakan oleh KPU mengangkat tema salahsatunya tentang Lingkungan Hidup.

Berbagai persoalan dalam isu lingkungan hidup mengemuka, salahsatunya yaitu ditanyakan oleh Salahsatu Cawapres kepada Cawapres lain terkait ‘Greenflation’.

Salahsatu Cawapres menjawab tentang Greenflation dengan Teori Ekonomi Hijau, bahwa pengembangan dan pemanfaatan ekonomi harus sejalan dengan etika lingkungan prinsip ekologis. Agar tidak merusak lingkungan dan memiliki keberlanjutan.

Sedangkan, menanggapi jawaban tersebut, Cawapres yang bertanya merasa jawaban tersebut tidaklah menjawab apa yang beliau tanyakan terkait Greenflation, ia memberi contoh dampak inflasi hijau yang terjadi di Prancis, masyarakat melakukan demo dengan menggunakan rompi kuning hingga memakan korban.

Jadi apa dan bagaimana sebenarnya mengatasi ‘Greenflation’ ini?

Ekonom KAMMI, Muhammad Ridwan Uda mengatakan, Inflasi Hijau adalah Naiknya harga-harga bahan baku dan tingginya permintaan, yang berkaitan dengan kebutuhan Transisi Energi yang ramah lingkungan.

Seperti Kendaraan Listrik yang membutuhkan banyak logam dan mineral 6x lebih banyak dari kendaraan fosil.

Maka dari itu, diperlukan ‘policy’ dan perencanaan matang, dalam
mengawal masa transisi energi ramah lingkungan tersebut.

Jangan sampai pemerintah mengambil jalan pintas, menjual mentah2 komoditas, merampas hak tanah adat, membuat ‘lubang’ bekas tambang mineral, dan merusak ekologi lingkungan kita, seperti yang terjadi 10 tahun terakhir ini, dengan dalih Proyek Strategis Nasional ataupun Kerjasama Investasi Asing.

Untuk itu, Indonesia membutuhkan sosok Pemimpin Berintegritas Tinggi, yang mampu merencanakan, melaksanakan, mengawal dan mengevaluasi seluruh kebijakan energi di negeri ini. 

Ucap Muhammad Ridwan Uda yang juga Ketua Bidang Ekonomi Kreatif PP KAMMI.